Kapolda Diminta Tertibkan Oknum di Polsek Salahutu

Ambon, Berita Demokrasi Maluku

Putinella : Kami Sengaja di Pimpong

Kapolda Maluku diminta menertibkan anak buahnya di Polsek Salahutu, pasalnya pemberkasan masalah penganiyaan yang dalami oleh tersangka Simon Puttinela di desa Suli, sejak awal tahun 2017 hingga kini tak pernah tuntas.

Menurut Puttinela. Kejadian penganiyaan terjadi sejak Februari tahun 2017, dimana prosesnya sudah sampai ke Kejaksaan bahkan telah P1 namun pada bulan April 2017, ketika di cek ke kejaksaan Tinggi Maluku, jaksa yang menangani perkara telah dimutasikan dari Kejati Maluku, demikian Simon Puttinela kepada Berita Demokrasi Maluku.com di Ambon Senin {11/08/2019}

Pada waktu itu ada pergantian jaksa kepada Ny. Lili Heluth, namun ketika perkaranya dilihat, Heluth kemudian memerintahkan agar berkasnya harus dilengkapi di Polsek Salahutu.

Kami memudian ke Polsek Salahutu,namun hingga kini Polsek Salahutu tak bisa menghadirkan tersangka dan saksiny, padahal tersangka ada di Seli dan berkeliaran seenaknnya saja.
Kami terus mengecek pada akhir tahun 2017 sampai dengan awal tahun 2018 namun masalah tak kunjung diurus hingga kini.

“Kami ingin bertanya. Seperti apa hukum di Indonesia ini”. }Kok hingga saat ini masalahnya tak terurus, apa yang menjadi kendala, kalau memang masalah mau ditutup harusnya dibuat BAP supaya kami mengetahuinya”.

“Kami meminta kepada Kapolda Maluku untuk dapat melihat dan menertibkan anak buahnya, jangan hanya berteriak diatas padahal anak buah di Polsek-Polsek melakukan kong kali kong tak digubris”.

“Kami menduga ada upaya untuk tak melanjutkan masalah ini”. “Tolong lah pa Kapolda kami minta keadilan, hukum yang mana yang dipakai”. Janganlah membirkan kami rakyat kecil yang tak berdaya seperti ini, ujar Puttinela

“Mungkin kami tak punya uang, hingga kami diperlakukan seperti ini, kami menduga ada mafia hukum di daerah ini” “Kami ke Polres Polres katakan ke Polsek, kami dipimpong bagaikan bola. “Demikian Simon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *