Hukum & Kriminal

Ka Dishut Bursel dan 2 Stafnya Terima Vonis Seragam

  Ambon –Demokrasi Maluku. Tiga terdakwa   Korupsi proyek Reboisasi di kabupaten Buru Selatan, akhirnya menerima ganjaran  hukuman   seragam   yakni enam tahun penjara  .ketiga terdakwa tersebut masing- masing, Muhamad Tuasamu (Kadishut Bursel) Januar Riscy Polanulu (Panitia Pelaksana Teknis Kegiatan ,PPTK) dan Syarif Tuharea Bendahara Pengeluaran.

Dalam sidang yang digelar  Jumat (7/4) di PN Ambon itu,  Hakim Ketua   R. A  Didiek Ismiatun  didampingi Hakim Anggota, Christina Tetelepta  dan Bernard  Panjaitan sementara Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru , yakni Wenny Relmasira  dan Daniel Sinaga, tim Penasehat Hukum  yang mendampingi  ketiga  terdakwa  yakni Hendrik  Lusikooy  dan rekan

Ketiga  terdakwa, akhirnya menerima ganjaran vonis  karena terbukti merugikan  negara  dengan mengemplang   dana  Proyek Reboisasi di kabupaten  yang berjuluk Lolik Lalen  Fedak Fena.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, Proyek di tahun 2012 itu, bernilai Rp 2,6 M dikerjakan oleh kontraktor yang bernama Oyang, dengan bendera CV Agoeng milik M Rahmat Saulatu alias Memet.

Ternyata  pada saat mengerjakan  proyek yang diberinama  proyek tanaman reboisasi dan pengayaan tersebut  ada spekulasidalam penyediaan  bibit tanaman, sehingga, BPK Provinsi Maluku menemukan kerugian negara sebesar Rp 1,4 M..

Ketiga terdakwa mendapat vonis  seragam  enam tahun penjara, subsidier tiga (3) tahun dengan uang pengganti sebesar Rp. 20 juta,karena melanggar Undang Undang Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi  pasal 2 ayat 1 juncto pasal 18 UU Tipikor pasal 55 ayat 1.

Vonis majelis hakim ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang sebelumnya menuntut ketiga terdakwa 8 tahun penjara. Terhadap vonis hakim ini, baik PH terdakwa maupun JPU mengatakan pikir-pikir untuk upaya hukum banding. (D-3 )