Hah.!!! Pengelolaan PAUD Terpadu Labuang Dianggarkan Rp.24 848 242, Realisasi Dua Kaleng Cat

Dugaan Korupsi ADD Labuang

Labuang-Berita Demokrasi Maluku.Setelah diduga mengkorupsi sejumlah item anggaran pada Dana Desa Labuang, pejabat Labuang,  Punggul Rumasoreng juga mengemplang item anggaran yang ditujukan untuk pengembangan sarana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Sebagai informasi, Desa Labuang yang terletak di Kecamatan Seram Utara Barat, Kabupaten Maluku Tengah itu, memiliki sebuah PAUD yang mulai dibangun sejak tahun 2012 dan mulai beroperasi sejak tahun 2014, PAUD yang bernama “PAUD Terpadu Labuang” itu, hingga saat ini telah memiliki jumlah murid sebanyak 50 siswa setiap tahunnya.
Dimana murid-murid tersebut berasal dari tiga komunitas, yakni Muslim, Kristen Protestan dan Katholik.
Dalam item yang jadi sasaran korupsi pada mata anggaran tersebut adalah Dana Pengelolaan PAUD yang dianggarkan sebesar Rp. 24 848 242.
Terkait persoalan ini, salah satu pengelola PAUD yang tidak ingin namanya dimediakan menyatakan, tidak mengetahui pencatutan Lembaga Pendidikan tersebut ke dalam mata anggaran Dana Desa Labuang, pasalnya dirinya tidak pernah di beritahu tentang hal itu.
Sumber tersebut menyatakan, sebelumnya pernah mengusulkan anggaran untuk pengembangan PAUD pada Musyawarah Rencana Pengembangan (Musrenbang) 2017, tetapi hasilnya tidak diketahui hingga kini .
Ia menyatakan, sebelumnya ada dilakukan pengecatan terhadap pagar PAUD yang dikelolanya, dengan menggunakan Dua kaleng cat berukuran lima liter oleh dua orang pekerja yang mengaku dibayar Rp 100 ribu per orang.
“Mereka melakukan pengecatan di awal bulan puasa Tahun ini menurut perkiraan beta itu di bulan April ” kata sumber tersebut.
Sumber tersebut juga mengaku terkejut, ketika diberitahukan bahwa Dana Pengelolaan PAUDnya dimasukan dalam item anggaran Dana Desa Labuang, tanpa diberitahukan oleh Pejabat Desa.
Padahal, selama ini untuk mengembangkan PAUD tersebut, Ia harus mengeluarkan Dana Pribadi yang jumlahnya cukup besar.

Pengelolaan PAUD  tersebut mengungkapkab sangat menyesal atas ulah pejabat Desa, bahkan pada saat sumber ingin mengkonfirmasi pejabat, terkait hal tersebut, pejabat tidak berada di tempat sehingga susah untuk ditemui.
Tetapi ketika Pejabat ini dikonfirmasi terkait pemberitaan mengenai Korupsi Dana Desa Pejabat menunjukkan arogansinya dengan mengatakan ” tulis for bikin lelah saja,”. mungkin menurutnya dirinya kebal hukum.
Dugaan kuat, Arogansi Rumasoreng karena merasa dirinya dibekingi Oleh  orang kuat . (D-3)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *