Gaji Guru & Pengurusan Kenaikan Pangkat Sering Terlambat, Kinergia ASN Provinsi Buruk

Ambon – Berita Demokrasi Maluku . Peralihan status Guru SMA di Provinsi Maluku dari Apartaur Sipil  Negara (ASN) kabupaten /kota menjadi  ASN  Provinsi, berdasarkan   UU No 23  tahun  2014 tentang  Pemda  dan    Peraturan Kepala(Perka) Badan  Kepegawaian Negara (BKN) No 1 Tahun 2016  ternyata   menuai banyak kekecewaan para guru.

Pasalnya,  sejumlah guru SMA/ SMK  di kota Ambon    kecewa atas kinergia  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Provinsi Maluku,  karena gaji  bulanan Mereka sering  terlambat dibayarkan.

Salah  seorang guru  SMA di kota Ambon  yang  berinisial  AR yang di temui  Berita Demokrasi Maluku  pada  Senin (8/5)  mengaku  kecewa dengan keadaan   tersebut, ” sekarang inikan sudah tanggal 8 esok sudah 9,  tapi belum ada  tanda- tanda, pembayaran ,  sedangkan  sebelumnya Kepala  Dinas (Pendidikan Provinsi Maluku )  janjikan  bahwa gaji akan di bayarkan paling lambat tangal  tapi nyatanya  sekarang ..  ”ungkapnya  kecewa .

Ar membeberkan,  pembayaran gaji  untuk  guru  SMA/SMK  pada  bulan Januari  lalu  malah baru dibayarkan  pada  tanggal 19,  sementara  sebelumnya, saat  masih menyandang status  ASN kota Ambon, pembayartan gaji  dilakukan  tepat pada tanggal  1 bulan berjalan .

Menurutnya, ketikan ditanyakan  soal keterlambatan pembayaran  tersebut, Bendahara Dinas Pendidikan  Provinsi Maluku   beralasan   bahwa,   daftar gaji  terlambat.

Karena  persoalan inilah,  maka   AR secara terbuka   mempertanyakan  kinergia dari  PNS   Dinas Pendidkan Provinsi tersebut “ masak mereka yang   punya Tunjangan Kinergia  Daerah (TKD) besar  tapi  masalah pembayaran  gaji bisa tertunda  terus ”  protesnya

selain itu,  Dia  juga mengkritik keterlambatan   kepengurusan surat- surat kenaikan  pangkatan berkala  yang  sudah diurusnya sejak  bulan Januari lalu. di Sekretariat Daerah  Provinsi Maluku   “masak  saya sudah usulkan dari Januari sampe  sekarang belum di tandatangani “keluhnya menurutnya ketika beberapa kali ditanyakan, pegawai sekretariat mengatakan  bahwa berkas  masih menumpuk  sehingga banyak  yang  belum ditandatangani.(D-3)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *