Festival Banda Berlangsung Sebulan

Ambon, Berita Demokrasi Maluku
Festival Banda Tahun 2017 yang akan dimulai 11 Oktober 2017 akan berlangsung selama sebulan, demikian Kadis Pariwisata Provinsi Maluku Ny. H, Saimima dalam jumpa pers bersama media cetak, elektronik dan online di lantai 6 (enam) kantor gubernur Maluku, usai berlangsungnya rapat koordinasi terkait pelaksanaan festival Banda 2017.
Menurutnya, festival kali ini, memang waktunya agak panjang, karena target pemerintah Provinsi Maluku, akan ada destinasi baru di Banda, akan ada 2 (dua) destinasi baru lagi yakni kampung agrowisata dan desa wisata baru yang akan dilauncing dalam rangkaian acara festival Banda. Jadi ada 2 (dua) desa lagi yang akan jadi tujuan wisata di Pulau Banda.
Acara kali ini cukup menarik, karena kali ini bertepatan dengan 350 tahun perjanjian Breda yakni pertukaran Pulau Rhun di Banda Naira dengan Pulau Manhattan di New York Amerika Serikat, katanya.
Direncanakan walikota New York akan hadir dalam acara puncak, masih dalam koordinasi sedangkan kehadiran kedutaan Amerika Serikat sudah pasti. Dalam jadwal duta besar maupun orang dari kedutaan Amerika Serikart, akan berada di Banda kurang lebih seminggu, karena itu segala sesuatu telah dipersiapkan baik itu penginapan, hotel maupun homestay-homestay.
Acara ini diharapkan dapat menarik wisatawan sebanyak-banyaknya, dalam target kami kurang lebih 1.000 wisatawan. Sesuai dengan target nasional yakni 20 juta wisatawan untuk Indonesia tahun 2017, kata dia pula.
Festival Banda akan diisi dengan berbagai atraksi mulai dari lomba antar kampung, lomba perahu belang, lomba kuliner, pelatihan UMKM, seminar nasional tentang perjanjian Breda dan budaya Banda, pelatihan bahasa Inggris, pelatihan fotografi, pelatihan menggambar sketsa dan lain sebagainya.
Adapun tujuan festival Banda adalah, lebih memperkenalkan Banda ke dunia Internasional, mendukung Maluku sebagai prioritas untuk destinasi wisata nasional, menunjang program dinas pariwisata provinsi Maluku dalam rangka mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya guna menunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Maluku, demikian Saimima. (D-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *