Silahturahim Dengan Pers SBB, Dandim 1502 Beberkan Bahaya Merkuri

SBB-Berita  Demokrasi  Maluku   Kegiatan tatap muka, sekaligus silahturahim antara Komandan Distrik Militer 1502/Masohi, Letkol Inf. Ahmad Fikri Dalimunthe SIP, didampingi Danramil 1502-07 Piru, Kapten Inf. Ato Laturake bersama insan pers di Kabupaten  Seram Bagian Barat  di Aula Koramil Piru, Desa Piru, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian  pada Sabtu  ( 29/4).

Insan Pers dari berbagai media di Kabupaten SBB  tersebut, diantaranya Fithrah Suneth,Ikalina dan Nus ( Intim news) Dody Kaisupy( Spektrum Maluku ) Alwy S. Latukay( Info Baru) Tos (Tahuri) Muhammad Kaliky( Berita Lima).

Dalam acara  tatap muka dengan  DANDIM 1502/Masohi itu,   dibahas  dua  agenda peliputan kunjungan PANGDAM XVI /PATTIMURA, Mayjen TNI Dony Monardo yang  direncanakan akan  berlangsung  pada,  Kamis (4/5) mendatang,  serta kunjungan  Petinggi  BUMN   Pertamina  bersama  Menteri BUMN, Rini Sumarno ke Lokasi Tambang  Batu Cinnabar di Desa Luhu dan Iha, Kecamatan Huamual Kabupaten SBB  yang akan berlangsung   pada  Jumat  (19/5) nanti.

Dalam acara tersebut, . Ahmad Fikri Dalimunthe  sekaligus membicarakan dampak negatifnya dari Cinnabar,yang mengandung Merkuri. untuk itu  Ia meminta insan pers berperan aktif dalam memberitakan soal dampaknya negatifnya  bagi para masyarakat, secara umum baik yang saat ini sedang melakukan penambangan, di lokasi tambang Cinnabar tersebut.

Dandim 1502/ Masohi  tersebut juga  memberikan  gambaran,  efek efek negatif dari batu Cinnabar  tersebut   bagi masyarakat Di kedua desa bertetangga tersebut.

“Pendapatan yang saat ini masyarakat  dapatkan cukup besar, tetapi  tidak akan kekal, nanti uang tersebut akan keluar untuk membiayai pengobatan, dari penyakit yang ditimbulkan efek Mercuri yang nilainya  lebih  besar” ulas Dalimunthe

Orang Nomor satu di Kodim 1502/Masohi ini  menganjurkan  supaya masyarakat  lebih memilih  hidup sehat dengan pendapatan yang cukup untuk keluarga   ketimbang  hidup mewah tetapi sakit-sakitan  bahkan  cacat seumur hidup hingga menimbulkan kematian dini.

Ia membeberkan ,sejumlah  Dampak atau efek Mercuri bagi kesehatan,  yakni   Pengaruh Merkuri terhadap janin dan anak anak, berdampak pada  sistem saraf orang dewasa, sementara,efek intoksidasi Merkuri pada sistem ginjal,mempengaruhi sistem reproduksi, sistem immune, sistem kardiovaskular, sistem motoris,dan  terhadap gen serta  terhadap mekanisme molekuler

Dandim 1502/Masohi itu  juga   menambahkan,  beberapa waktu lalu,  telah dilakukan tatap muka antara Pangdam XVI Pattimura bersama tokoh masyarakat Desa Iha dan Luhu di  Kecamatan Huamual terkait bahaya tambang Cinnabar yang diolah secara tradisional.

Dirinya pun menyatakan tidak ada kewenangan Pangdam XVI Pattimura, untuk menutup kegiatan tambang Cinnabar itu, namun Pangdam hanya melakukan sosialisasi dampak buruknya Cinnabar untuk kesehatan masyarakat Luhu dan Iha secara meluas.

“Yang bisa menutup tambang Cinnabar bukan Pangdam XVI /Pattimura akan tetapi ada pihak pihak instansi terkait yang berhak menutup tambang Cinnabar tersebut” tuturnya

Dalimunthe menyatakan bahwa  dengan adanya  sosialisasi tentang bahaya eksploitasi dan eksplorasi tambang Cinnabar secara manual  yang akan dilakukan secara kontinuitas, tentu akan berdampak hilangnya mata pencaharian masyarakat, namun Pangdam XVI Pattimura akan menggantinya  dengan budidaya ternak Kambing yang dapat dijadikan sebagai mata pencaharian bagi masyarakat.

Penyerahan secara simbolik, bantuan ternak  tersebut akan diberikan kepada masyarakat Iha dan Luhu pada 19 Mei, tetapi bantuan ini bukan hanya kepada masyarakat Desa Iha dan Luhu, tetapi juga untuk Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara” terangnya (FN)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *