Copot AKP Syarifudin

Ambon, Berita Demokrasi Maluku

GMKI  :  Selain Anarkis Simbol GMKI  Ditarik Hingga Terlepas dan Jatuh

Tindakan tidak terpuji ditunjukkan sejumlah oknum aparat Polres Pulau Ambon dan Pulau Pulau Lease,  di bawah pimpinan AKP Syariffudin Kasat Sabhara Polres Pulau Ambon dan Pulau Pulau  Lease ketika mengawal demo damai penyampaian aspirasi melegalkan sopi,  oleh Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ambon, Selasa Siang (19/03/2019), di depan Kantor Gubernur Maluku.

Ketua GMKI Cabang Ambon A.Valantino Syauta yang didampingi  pengurus lengkap GMKI Cabang Ambon,  dalam konfrensi Pers di Rumah  Kopi Yoas Urimesing Ambon-Maluku  Rabu (20/03/2019), mengemukakan, pihaknya menyesalkan sikap aparat penegak hukum yang melakukan tindakan anarkis bahkan tindakan pelecehan terhadap simbol GMKI yang merupakan marwah organisasi.

“Rekan-rekan kami dikejar, dipukul hingga terluka , handphone salah satu rekan  dirampas dan dipaksa menghapus rekaman vidio,  simbol GMKI ditarik hingga copot dan terjatuh.  bahkan 5 (lima)  kader GMKI ditahan, padahal  tak  menyalahi prosedur maupun aturan penyampaian aspirasi di depan publik.

Surat pemberitahuan ke Polres sudah disampaikan, tidak merusak fasilitas umum, tidak merusak atau menghina  simbol-simbol negara ataupun mengacaukan situasi keamanan”. Jujur saja kami merasa aneh dengan sikap anggota-anggota kepolisian yang seperti itu”.

Sebelum aspirasi melegalkan sopi   disampaikan berbagai kajian ilmiah sudah dilakukan bukan asal bunyi , kami adalah orang-orang intelek, walaupun kami masih muda tapi  semua sisi telah kami pertimbangkan.

Terhadap  tindakan aparat kepolisian,  kami menyampaikan butir2 pernyataan sikap : 1. mengutuk dengan keras aksi keji yang dilakuksn terhadap kader GMKI, 2.AKP Syarifudin harus dicopot dari jabatannya, bila perlu di pecat dari kesatuannya, 3. tindakan seperti ini jangan terulang baik untuk GMKI maupun terhadap siapa saja yang ingin menyampaikan aspirasinya, 4.kami menuntut pemulihan nama baik organisasi, 5. Ganti rugi atas kerugian yang dialami oleh kader GMKI.

Laporan ke Propam Polda Maluku sudah disampaikan sore tadi, sedangkan surat untuk pengurus pusat GMKI  telah dikirim tadi siang.   dimintakan   untuk pengurus pusat melapor ke Kompolnas,  Komnas HAM , bila perlu Kapolri. Besok akan disampaikan surat audens ke Kapolda Maluku terkait masalah ini, kata Valantino. 

Apabila aspirasi kami tak digubris maka usai pemilu kami akan melakukan gelombang aksi besar-besaran. “Saat ini kami didampingi 10 pengacara yang dipimpin oleh Filio  Fistos Noija dan Yonathan Kainama”. (D-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *