Bahas Ancaman Non Militer, Kantor Kemenham Maluku & Korem 151/Binaiya Gelar Seminar

Ambon-Berita Demokrasi Maluku.Kantor Kementrian Pertahanan Provinsi Maluku bekerja sama dengan Korem 151/ Binaiya menyelenggarakan, seminar dengan tema “Sinergitas Pembangunan di Provinsi Maluku guna Menghadapi Ancaman Non Militer dalam rangka Mendukung Penyelenggaraan Pertahanan Negara”, bertempat di Baileo Slamet Riyadi, Makorem 151/Binaiya, Jl Ahmad Yani No1, Kel Batugajah, Kecamatan Sirimau,Kota Ambon. Pada Senin (8/10).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Danrem 151 Binaiya, Kolonel Inf Hartono SIP, mewakili Binda Maluku, Kol.Inf. Heri Guntoro, Ketua Perwakilan Kementrian Pertahanan, Kol.Inf Wawan Setiawan,Lanud Pattimura, Letkol ADM Winarno, Lantamal IX Ambon, Letkol Laut S. Haryono Danmenwa Promal,Perwakilan dari Forkopinda Provinsi dan Kota Ambon, Ketua PGIW Maluku, Pendeta Jhon Ruhulesin, Perwakilan dari Para Instansi terkait dan Para Peserta Seminar yang berjumlah kurang lebih 80 orang.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Kementrian Pertahanan Maluku,Kol inf Wawan Setiawan menyatakan, ancaman saat ini seperti:bencana alam,wabah penyakit dan penyalahgunaan narkoba sewaktu-waktu bisa terjadi dan berpengaruh terhadap keamanan nasional.

“Wujud ancaman tersebut diantarannya,terorisme, perompakan,pencurian Sumber Daya Alam, pelanggaran perbatasan, wabah penyakit,sibers crime dll,”ungkap Setiawan
Karena itu pihaknya mengajak seluruh komponen masyarakat, untuk secara bersama menjaga perdamaian dan keamanan yang telah tercipta.

Setiawan berharap, agar peserta seminar dapat mengikuti kegiatan dengan antusias dan seksama sebagai upaya untuk menambah wawasan demi untuk mewujudkan rasa cinta tanah air, dan ikut berperan dalam menjaga ketahanan dan keamanan NKRI.

Sementara Komandan Korem 151/Binaiya, Kol Inf Hartono SIP dalam arahannya menyatakan, berbagai ancaman yang terjadi di Indonesia baik dari dalam negeri maupun luar negeri dibagi atas dua yakni ancaman militer maupun non militer, ancaman nonmiliter berbeda dari militer.
Indonesia secara umum memiliki pertahanan yang harus dibenahi, untuk itu melalui forum seminar ini,

Hartono mengajak seluruh masyarakat untuk bersinergi, membantu mengatasi ancaman nonmiliter
Ia berharap lewat kegiatan seminar ini,dapat memberikan ide dan gagasan yang baik guna bisa membangun sistem pertahanan yang berkualitas.

Acara Seminar dipandu oleh moderator, Dr Reny Heronia Nendissa SH MH, sementara dua Narasumber dalam seminar tersebut adalah:DR Jemmy Jefry Pieterz S.H. M.H (Dosen Fakultas Hukum Universitas Pattimura-Ambon) dan D.Leiwakabessy SE.M.Si
(Kasubid Pembauran dan ketahanan bangsa Dari Kesbangpol-Maluku).

Dalam paparannya Pieterz menjabarkan, ancaman non militer bersifat abstrak, namun mampu membahayakan kedaulatan negara di Bidang idiologi,ekonomi, politik dan sosial budaya.
Konsep bela Negara yakni sikap dan prilaku yang sesuai dengan (Pancasila dan UUD 1945 sebagai falsapah hidup bangsa dan Negara.

Untuk konsep Bela Negara, dibutuhkan konsepsi kemauan dan kemampuan, kebijakan starategis yang harus dilakukan meliputi: kebijakan pertahanan intergratif, kebijakan pemberdayaan pertahanan militer kebijakan pengamanan wilayah perbatasan dan pulau pulau kecil, kebijakan penganggaran dan pengawasan.
Menurut Pieterz, setiap negara memiliki filosofi masing masing untuk itu hadirnya Pancasila dibumi Indonesia sebagai dasar pemersatu bangsa dan sebagai kandungan Pilar Kebangsaan dalam UUD 1945.(D-02)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *