Angka Kemiskinan Maluku Turun 0,16 Persen

default

Ambon, Berita Demokrasi Maluku

,- Gubernur Maluku Irjen Pol. (Purn) Drs. Murad Ismail menyatakan angka kemiskinan di Maluku berangsur turun hingga sebesar 0,16 persen, atau sebanyak 1.600 orang per Juni 2019.

Selain angka kemiskinan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Maluku juga telah terjadi pertumbuhan ekonomi (PE) sampai dengan triwulan II tahun 2019 sebesar 6,09 persen. Begitu pula produk domestik regional bruto (PDRB) Maluku per Juni 2019 mencapai 11,44 triliun rupiah.

IMG-20190819-WA0066

“Kepemimpinan saya dan saudara Wakil Gubernur memang baru seumur jagung, tetapi kita patut bersyukur. Hal positif ini merupakan kontribusi semua pihak. Saya berterimakasih atas dukungan dan kerjasama semua pihak di Maluku,” kata Gubernur Maluku dalam pidatonya saat Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Maluku dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-74 Provinsi Maluku, di Gedung DPRD Provinsi Maluku, Senin (19/8/2019)

Karena semua bekerja dalam sistem, kata Gubernur, maka keberhasilan yang diperoleh adalah keberhasilan secara sistemik. Untuk itu, sangat penting sekali menjaga disiplin, etika dan etos kerja, sehingga semua unsur yang terlibat dalam sistem dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

IMG-20190819-WA0054

“Karena itu, saya minta agar semua orang tertib dalam sistem. Saya berharap tidak ada yang bermain di luar sistem, apalagi sampai merusak sistem,” tegas Gubernur.

Dalam rentang usia 74 tahun Provinsi Maluku, lanjut Gubernur, berbagai keberhasilan, kegagalan maupun tantangan dan peluang datang silih berganti. “Banyak kesuksesan telah kita raih, tetapi masih banyak juga tugas yang harus kita kerjakan kedepan,” ajak Gubernur.

Dikatakannya, visi dan misi Pemerintah Provinsi Maluku sangat jelas, yaitu menginginkan Maluku yang terkelola secara jujur dan bersih. “Kejujuran dan bersih merupakan fondasi utama, karena dengan jujur dan bersih kita bisa melayani masyarakat,” tegasnya.

IMG-20190819-WA0065

Mantan Komandan Korps Brimob Polri ini juga mengurai kilas balik, hingar bingar pesta demokrasi Nasional Pemilu 2019 yang cenderung membawa bangsa ini ke dalam potensi perpecahan antar sesama anak bangsa. Makna perbedaan dipertajam sedemikian rupa, dan dapat berimplikasi terjadinya polarisasi dalam masyarakat.

“Kondisi ini harus benar-benar di waspadai bersama agar sebagai bangsa, kita tetap kokoh berdiri di atas Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika,” pintanya.

IMG-20190819-WA0063

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri yang terus siaga dalam merawat keamanan dan keutuhan NKRI. “Kita bersyukur, stigma Maluku sebagai wilayah yang aman dan damai tetap terpelihara,”paparnya.

Lebih jauh dikatakan, dari Maluku sudah banyak orang belajar tentang apa itu berdamai. Kenyataan berbicara bahwa perdamaian Maluku sangat istimewa, sebab dibangun di atas dasar saling menerima, walaupun berbeda suku, agama, ras dan warna kulit.

“Di Maluku orang bisa belajar tentang apa itu perbedaan. Inilah warisan berharga yang akan terus membingkai tahun-tahun kehidupan Maluku, masa kini dan masa depan,” kata Gubernur

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *