AHY Bersyukur & Menyesal Baru ke Ambon Saat Ini

Ambon, Berita Demokrasi Maluku

Agus Hari Murti Yudoyono (AHY) merasa bersyukur sekaligus menyesal baru datang ke Ambon di usianya hampir 40 tahun, demikian AHY ketika memberikan sambutan dalam acara penanaman pohon bertempat di Gong Perdamaian Dunia Ambon Maluku  Kamis (25/1/2017).

Pertama-tama saya berterima kasih kepada pa gubernur yang telah menyambut saya dengan penuh kehangatan, keakraban dan kesukacitaan. “Saya merasa sangat tersanjung atas sambutan masyarakat Maluku terutama masyarakat Kota Ambon atas kedatangan saya ”. Kedatangan saya ke  Ambon Maluku merupakan program yang telah diagendakan sejak beralihnya saya dari ketentaraan ke politik, demikian AHY

Menurutnya, mengawali tahun 2018 ini saya  memilih berkunjung ke Indonesia Timur, karena dari  Indonesia Timurlah matahari terbit untuk Indonesia.

“Selain alasan itu, kedatangan  saya ke Indonesia Timur karena saya ingin lebih mengenal Indonesia dari dekat secara utuh”.  “Ketika masih ada di ketentaraan saya tak punya banyak waktu,   untuk mengunjungi daerah-daerah di Indonesia,  namun saat ini  saya  bisa melakukan perjalanan ke mana-mana “. “Inilah makna yang patut saya syukuri, inilah makna dari leputusan besar yang saya ambil untuk memulai  kehidupan yang sebelumnya jauh dari bayangan saya”. “Inilah kehendak TUHAN,  dan inilah jalan yang harus saya tempuh demi membangun kehidupan saya dan membangun Indonesia yang lebih baik ke depan. “Mari kita terus menjaga kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia, karena  bangsa ini terdiri dari berbagai ragam suku budaya,tas dan agama karena itu   patut  terus menggalang persatuan dan kesatuan dalam keberagaman, harapnya.

Setelah bersafari keliling saya benar-benar menyadari bahwa Indonesia memang beragam namun karena ada 4 (empat pilar kebangsaan maka kita masih tetap ada dalam bingkai NKRI hingga saat ini.

Selanjutnya dikatakan, sebagaimana diketahui bersama bahwa saya pernah maju menjadi calon gubernur DKI Jakarta,   namun belum berhasil,    saya tak menganggapnya sebagai suatu kegagalan,    saya memaknainya sebagai suatu pengalaman berharga untuk memotivasi saya,  terus berjuang lebih keras lagi guna mendapatkan hasil yang telah menjadi tekad dan cita-cita saya ke depan, demikian AHY.

“Saya berharap para pemuda dan pemudi Maluku untuk tak menjadikan ketidak berhasilan sebagai suatu kegagalan tapi jadikan itu sebagai suatu  motivasi dan semangat untuk terus berjuang dan melangkah maju untuk meraih kesuksesan”.

Kepada kaders demokrat saya berterima kasih karena hingga kini kalian masih setia berada dalam barisan untuk selalu bersama berjuang bersama kami.

 

 

 

Panitia  Batasi Wartawan

Acara yang berlangsung cukup baik tersebut,  ternyata tak didukung oleh panitia penyelenggara, panitia terlalu kaku dengan melarang sejumlah wartawan tak boleh masuk ke arena gong perdamaian,   padahal AHY begitu ramah dengan warga Ambon. Ketika masuk dia telah mengumbar seyum bahkan bersalaman dan melambaikan tangan kepada masyarakat dan pendukung setia Demokrat.

Ini harus menjadi pelajaran berharga bagi pihak  panitia untuk mencontohi tokoh mereka yakni AHY. Tak usalah terlalu kaku, ujar beberapa wartawan, bagaimana mau menang kalau untuk agenda silaturahmi seperti ini wartawan dibatasi, bagaiman dengan masyarakat, wartawan saja sudah diatyur-atur, padahal wartawan ingin menulis tokoh muda mereka yang luar biasa itu. (D-02)  

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *