Ahli Hukum Kritik Penyidik , Latuheru Harus Diperiksa

Jaksa Hanya Fokus Pemeriksaan Pada Panitia Lelang & Kontraktor Terminal Transit Passo

Ambon- Berita Demokrasi Maluku.Meskipun sudah ditetapkan tiga orang tersangka hingga saat ini, Kejaksaan Tinggi Maluku terus berupaya membongkar kasus Dugaan korupsi mangkraknya Terminal Transit tipe B yang dibangun di Desa Passo, proyek multiyears tersebut didanai oleh dua mata anggaran yakni Anggaran Pendapatan Belanja Negara((APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
Kali ini tim penyidik Kejati Maluku menfokuskan penyidikannya pada panitia lelang dari proyek yang bernilai Rp 55 Milyar tersebut yakni Ketua Panitia Lelang, Dody Muhammad Rettob (DMR) dari Dinas Perhubungan Kota Ambon, ada juga pemeriksaan lanjutan terhadap saksi Melianus Latuihamallo (ML) sebagai Direksi Teknis.
Latuhamallo yang sebelum juga pernah menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk melengkapi berkas dari tiga tersangka yakni , Angganoto Ura (AU), Jhon Lucky Metubun (JLM) dan Amir Gaos Latuconsina (AGL).
Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas ( Kasi.Penkum) Kejati Maluku, Samy Sapulette saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, pada Jumat, (8/9) di ruang pers merincikan , untuk melengkapi berkas perkara tersangka AGL, penyidik telah memeriksa kedua orang saksi tersebut. Untuk saksi ML pemeriksaan lanjutan sejak pukul 10:00 hingga 12:00 WIT dengan mengajukan 12 pertanyaan oleh Jaksa Penyidik Riyadih.
“Untuk saksi ML sebagai Direksi Teknis Lapangan ,dilakukan pemeriksaan lanjutan melengkapi berkas tersangkan AGL. Sebelumnya saksi ini juga telah diperiksa,” tandas Sapulette.
Selain Latuihamallo, penyidik juga memeriksa Ketua Panitia Lelang, DMR sejak pukul sejak pukul 10:00 hingga 12:00 WIT dan dilanjutkan lagi pada pukul 14:00 hingga 17:45 WIT dengan mengajukan 30 pertanyaan .
“Jadi, baik saksi ML maupun saksi DMR ini, keduanya diperiksa untuk melengkapi berkas ketiga tersangka yang telah ditetapkan jaksa penyidik,” ungkapnya
Jaksa Penyidik terus berupaya secara progresif untuk mengungkapkan kasus proyek pembangunan Terminal Tranait Tipe-B di Negeri Passo yang mangkrak ini, dengan terus menggali informasi dan mengumpulkan keterangan serta barang bukti yang mengakibatkan terbengkalainya proyek tersebut dan berimbas pada dugaan korupsi di proyek itu.
Kepala Inspektorat Juga Harus Diperiksa
Untuk kasus mangkraknya proyek ini , semestinya penyidik juga berani untuk memanggil dan memeriksa mantan Kepala Inspektorat Kota Ambon, A. G. Latuheru. pasalnya, sebelum mengajukan permohonan pengerjaan proyek, pihak Inspektoratlah yang turun melihat dan mengevaluasi langsung ke lapangan, apakah dapat dilakukan atau tidak. Ternyata pihak Inspektorat menyetujui dan tidak ada kendala untuk mengerjakan proyek dimaksud.
Hal senada juga diungkapkan, Praktisi Hukum, Wendy Tuaputimain yang meminta kepada pihak penyidik yang mengusut kasus Terminal Transit Tipe-B di Passo ini, intuj juga memanggil mantan Kepala Inspektorat untuk dimintai keterangan. “Jangan hanya orang-orang yang diduga dan belum tentu melakukan kerugian keuangan negara, Padahal, awalnya ada kekeliruan yang dilakukan oleh pengambil kebijakan untuk menginstruksikan mengerjakan proyek tersebut” protes Tuaputimain keras .
Tuaputimain menyatakan, Mantan Kepala Inspektorat lebih tahu banyak soal mulusnya pengerjaan proyek pembangunan Terminal Transit dimaksud. “Saya minta Jaksa harus berani mengatakan yang benar,” tandasnya.
Dirinya menambahkan, dengan bertambahnya saksi-saksi yang diperiksa, seperti Ketua Panitia Lelang Dinas Perhubungan Kota Ambon, MDR dan beberapa saksi lainnya, “Saya harap kiranya ada mata rantai yang berkaitan sampai proyek Rp.55 miliar lebih ini bagaimana sampai terbengkalai”kritik Puttimain pedas . (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *