14 Tahun Penjara Bagi Pembunuh Mahasiswa

Ambon,Berita Demokrasi Maluku

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon akhirnya menjatuhkan vonis penjara 14 Tahun, kepada Terdakwa Munandar Nuhuyanan alias Acong yang telah melakukan penganiayaan dan menghilangkan nyawa Jainudin Henan seorang mahasiswa sebuah pergurun Tinggi di Ambon . Awal Kronologis dari kejadian yang sangat menggenaskan itu, adalah awalnya terdakwa yang berdomisili di kawasan Batu Koneng (Teluk Ambon) bertengkar dengan isterinya, yang bernama Vanny Paukuma dan Ibu Mertuanya, karena pertengkaran itulah, terdakwa lalu meninggalkan rumahnya selama tiga hari , saat meninggalkan rumahnya itu, terdakwa kemudian mencari dan menanyakan alamat rumah korban Jainudin, yang beralamat di Desa Wayame. Menjelang subuh, Terdakwa yang telah mengetahui alamat Rumah Korban, kemudian menyusup masuk ke kamar milik Korban, korban yang merupakan keponakan nya sendiri itu, tanpa ampun ditusuk berulang- ulang dibagian perut, leher serta atas pundak, penusukan yang dilakukan oleh terdakwa itu sambil menutup mulut korban, Jainudin sehingga suara korban tidak terdengar oleh orang lain. Sesudah mengeksekusi korban, Terdakwa kemudian menutupi jasad Korban dengan Kasur dan menindihnya dengan sebuah pesawat Televisi, setelah itu, Terdakwa sempat mandi ,mencuci celana dan pisau yang penuh darah korban di rumah tempatnya mem bantai korban itu. Kemudian terdakwa dengan menggunakan sepeda motor milik korban, menuju desa Wailela untuk membuang pisau yang dipakai untuk menusuk korban, setelah itu Terdakwa berbalik arah menuju Desa Passo, di Desa itu Acong membiarkan sepeda motor milik korban terlantar di tepi jalan . Dengan naik angkot terdakwa menuju desa Liang, tepatnya di dermaga penyebarangan Hunimua untuk menyebrang ke Waipirit( SBB), dari Waipirit pelaku kemudian menghilangkan jejak ke Kabupaten Maluku Tengah. Dalam pelariannya, terdakwa sempat menjual telepon genggang milik korban dengan harga Rp 250.000 yang kemudian uangnya dipakai untuk membeli sebuah celana panjang. Hingga saat ini, tidak diketahui motif dari perbuatan pidana terdakwa, menghilangkan nyawa korban itulah yang menyebabkan Majelis Hakim curiga. Karena perbuatan terdakwa, Majelis hakim menyatakan, Munanjar Tajudin Nuhuyanan alias Acong terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 365 ayat (2) ke -1 KUHP dan ayat (3) KUHP. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 14 tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan, dengan perintah terdakwa tetap ditahan , kata Ketua Majelis Hakim, S. Pujiono yang didampingi Felix dan Leo Sukarno selaku hakim anggota saat membacakan amar putusan di PN Ambon, Senin, (14/9). Terhadap putusan hakim, terdakwa menyatakan menerima vonis tersebut, begitupun dengan JPU Kejari Ambon, Lilie Helut sementara , PH terdakwa yakni, Abdul Bair Rumagia mengakui putusan hakim dalam amar putusan adalah yang terbaik.Putusan Majelis Hakim sudah tepat dengan perbuatan klien Saya.

Kalau tidak sesuai, mungkin kami akan lakukan banding. Tetapi itu tidak Kita lakukan, dan menerimanya, pungkas Rumagia. Terdakwa Acong juga dijerat karena melanggar pasal 338 KUH-Pidana tentang penganiayaan dan pembunuhan serta pasal 365 ayat (1) serta ayat (3) KUH-Pidana tentang pencurian.(NK)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *